pohon bahasaku berdiri
dulu tinggi tegap gagah
rendang daun lebat buah
kini jadi layu terik mentari
akhirnya pohon bahasa rebah
menyembah bumi ditulah tanah
bangsaku suka pohon bahasa lain
subur berbunga di tanah air sendiri
rela pohon bahasa sendiri, mati dimakan sepi.
Kota Belud, Sabah